‹ Semua renungan

Sabtu, 12 April 2031

Malam untuk Berjaga

Di banyak kampung, malam masih dijaga bergiliran. Beberapa orang tidak tidur, berkeliling, sesekali memukul tiang atau kentungan, sekadar memberi tanda bahwa ada yang terjaga selagi yang lain tidur. Ronda malam. Pekerjaannya sederhana, hanya berjaga, menunggu sampai fajar. Tetapi justru karena ada yang berjaga, yang lain bisa tidur tenang.

Malam ini adalah malam berjaga bagi seluruh Gereja. Kata vigili memang berasal dari kata Latin yang berarti berjaga. Umat berkumpul dalam gelap, menyalakan lilin dari satu api Paskah, lalu duduk mendengarkan. Dan yang didengarkan bukan cerita pendek. Malam ini kita membentangkan seluruh kisah, dari pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi sampai batu yang terguling dari kubur. Seperti orang tua yang menceritakan kembali seluruh riwayat keluarga di malam yang panjang, supaya anak-anak tahu dari mana mereka berasal.

Bacaan pertama membawa kita ke penciptaan. Firman 'jadilah terang' memecah kegelapan yang pertama. Di Vigili ini, terang itu dinyalakan lagi, kali ini dalam wujud lilin Paskah, tanda bahwa penciptaan baru sedang dimulai. Yang dulu gelap gulita, kini disinari.

Rasul Paulus menjelaskan apa artinya bagi kita. Dalam pembaptisan, kita dikuburkan bersama Kristus, supaya kita bangkit bersama Dia dalam hidup yang baru. Air pembaptisan itu sekaligus kubur dan rahim. Kita masuk ke dalamnya untuk mati bagi dosa, dan keluar untuk hidup bagi Allah. Maka malam berjaga ini bukan hanya mengenang kebangkitan Yesus, melainkan juga merayakan kebangkitan kita sendiri.

Injil menutup dengan para perempuan yang datang pagi-pagi ke kubur. Malam yang panjang berakhir. Yang mereka jaga dan tangisi ternyata sudah bangkit mendahului mereka.

Berjaga memang tidak mudah. Mata ingin terpejam, tubuh ingin menyerah pada tidur. Tetapi iman sering justru diuji di jam-jam gelap sebelum fajar, ketika belum ada tanda bahwa pagi akan datang, dan kita hanya bisa percaya bahwa ia pasti datang.

Bacaan-bacaan yang panjang itu bukan untuk membuat kita bosan. Ia mengajarkan bahwa kisah keselamatan tidak dimulai tadi malam, melainkan sejak awal dunia. Kita adalah bagian dari cerita yang jauh lebih tua dan lebih besar daripada hidup kita sendiri. Ketika kita duduk mendengarkan dalam gelap, kita sedang diingatkan bahwa Allah setia dari halaman pertama sampai halaman terakhir.

Di malam-malam gelap kita sendiri, sanggupkah kita tetap berjaga dan percaya bahwa fajar Tuhan pasti terbit?

Tuhan, jadikan aku penjaga yang setia di malam-malam gelap, yang tidak menyerah pada tidur sebelum melihat fajar-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →