Minggu, 30 Maret 2031
Jangan Ingat yang Dahulu
Ada beban yang tidak terlihat tetapi paling melelahkan: beban masa lalu. Kesalahan yang sudah lewat, tetapi terus kita putar ulang di kepala. Luka lama yang sudah kering, tetapi masih kita korek. Kita berjalan ke depan sambil terus menoleh ke belakang, dan itu membuat langkah menjadi berat.
Kepada orang-orang seperti itulah nabi Yesaya berbicara hari ini. 'Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala.' Lalu janji yang membuka napas, 'Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya?' Tuhan bahkan berani membuat jalan di padang gurun dan sungai di padang belantara. Tempat yang paling mati pun bisa Ia airi.
Rasul Paulus dalam Bacaan Kedua menggemakan hal itu dari pengalaman pribadinya. 'Aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku.' Ia yang dulu menganiaya Gereja tidak tinggal terpenjara oleh masa lalunya. Ia berlari ke depan, kepada Kristus.
Lalu Injil menaruh semua ini ke dalam sebuah adegan yang menegangkan. Seorang perempuan diseret, tertangkap basah berbuat zinah. Para penuduh sudah menggenggam batu. Masa lalunya menjadi senjata untuk membunuhnya. Tetapi Yesus membungkuk dan menulis di tanah, lalu berkata, 'Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu.'
Satu per satu mereka pergi, mulai dari yang tertua. Yang tertua barangkali paling banyak masa lalunya, paling tahu bahwa ia pun tak bersih. Akhirnya tinggal Yesus dan perempuan itu. Dan kalimat penutup-Nya adalah pintu ke masa depan, 'Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.'
Perhatikan, Yesus tidak berpura-pura dosa itu tidak ada. Ia berkata 'jangan berbuat dosa lagi'. Tetapi Ia menolak membiarkan masa lalu menjadi kata terakhir. Ia memberi perempuan itu sesuatu yang baru: hari esok.
Inilah kabar Prapaskah yang mendekati Paskah. Bukan bahwa dosa kita tak penting, melainkan bahwa dosa kita bukan penjara terakhir. Tuhan sedang membuat sesuatu yang baru, bahkan di padang gurun hidup kita yang paling kering.
Masa lalu mana yang masih kita genggam, yang Tuhan sebenarnya sudah ingin lewati bersama kita?
Tuhan, lepaskan tanganku dari batu masa lalu, entah milik orang lain entah milikku sendiri. Buatlah sesuatu yang baru dalam hidupku mulai hari ini. Amin.