Selasa, 4 Maret 2031
Hujan yang Tak Pulang Kosong
Musim ini hujan masih sering turun. Kita menganggapnya biasa. Padahal coba perhatikan sekali saja: air itu jatuh, meresap, menghilang ke dalam tanah, lalu berhari-hari kemudian muncul kembali sebagai tunas hijau yang mungil. Hujan tidak pernah kembali ke langit dengan tangan kosong. Ia selalu pulang membawa tumbuhan.
Itulah gambar yang dipakai nabi Yesaya untuk firman Tuhan. 'Firman-Ku tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki.' Firman itu seperti hujan. Ia bekerja diam-diam, di bawah tanah, jauh dari mata kita.
Barangkali itu sebabnya, dalam Injil, Yesus melarang doa yang bertele-tele. Kita sering mengira doa dikabulkan karena banyaknya kata, seakan Tuhan perlu dibujuk dengan panjangnya kalimat. Padahal Bapa sudah tahu kebutuhan kita sebelum kita minta.
Lalu Yesus mengajarkan doa yang pendek sekali. Bapa kami. Hanya beberapa baris. Tidak ada basa-basi. Seperti benih yang kecil tetapi hidup.
Mungkin doa kita hari ini tidak perlu lebih panjang. Ia hanya perlu lebih percaya bahwa firman yang jatuh tidak akan pulang kosong. Apakah kita sungguh percaya doa yang singkat pun didengar?
Tuhan, ajarilah aku berdoa dengan sedikit kata tetapi banyak percaya. Amin.