Rabu, 5 Maret 2031
Kota yang Berbalik
Ada berita yang cukup satu kalimat untuk mengubah sebuah kota. Yunus tidak berkhotbah panjang. Ia hanya berjalan sehari perjalanan, lalu berseru, 'Empat puluh hari lagi, maka Niniwe akan ditunggangbalikkan.' Delapan kata. Dan seluruh kota berbalik, dari raja sampai ternak.
Kata 'bertobat' dalam bahasa Yunani, metanoia, sebenarnya berarti berbalik budi, berganti cara berpikir. Bukan sekadar menyesal lalu menangis, melainkan memutar arah. Orang Niniwe melakukannya tanpa banyak bertanya. Mereka percaya, lalu berpuasa, lalu berbalik dari jalannya yang jahat. Tidak ada yang berkata, 'Buktikan dulu, baru kami mau percaya.'
Dalam Injil, Yesus menyinggung mereka justru untuk menegur angkatan-Nya sendiri. 'Orang Niniwe bertobat waktu mendengar Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus.' Ada yang lebih besar dari Yunus sedang berdiri di depan mata, tetapi orang malah sibuk meminta tanda.
Kita pun begitu. Kita menunggu tanda yang besar, mukjizat yang jelas, baru mau berubah. Padahal sabda-Nya sudah kita dengar ratusan kali.
Niniwe berbalik hanya dengan delapan kata. Kita sudah mendengar seluruh Injil. Apa lagi yang kita tunggu?
Tuhan, aku terlalu sering menunggu tanda yang besar. Berilah aku hati Niniwe yang percaya pada sabda yang sederhana. Amin.