Senin, 3 Maret 2031
Wajah yang Menyamar
Di kampung yang masih memelihara ternak, memisahkan domba dari kambing adalah pekerjaan sore yang biasa. Dari jauh keduanya mirip. Sama-sama berkaki empat, sama-sama berbulu. Baru dari dekat gembala tahu mana yang mana.
Yesus memakai gambar itu untuk hari penghakiman. Semua bangsa dikumpulkan, lalu dipisahkan seperti gembala memisahkan domba dari kambing. Tetapi ukurannya mengejutkan. Bukan seberapa rajin berdoa, bukan seberapa banyak tahu ajaran. Ukurannya satu: ketika Aku lapar, adakah kamu memberi Aku makan?
Yang lebih mengejutkan, kedua kelompok sama-sama heran. 'Tuhan, bilamana kami melihat Engkau lapar?' Rupanya Raja itu selama ini menyamar. Ia bersembunyi di balik wajah orang yang paling hina. Yang sakit, yang di penjara, yang asing, yang tak punya baju.
Bacaan Pertama sudah menyiapkan jalan. 'Kuduslah kamu, sebab Aku kudus,' kata Tuhan. Lalu kekudusan itu dijabarkan bukan dengan urusan ibadat, melainkan dengan upah pekerja yang tidak boleh ditahan sampai besok.
Jadi kekudusan ternyata sangat membumi. Ia diukur di dapur, di dompet, di pintu rumah kita. Hari ini kita mungkin berpapasan dengan wajah yang menyamar itu. Akankah kita mengenalinya?
Tuhan, Engkau bersembunyi di balik yang paling hina. Bukalah mataku agar aku tidak melewatkan Engkau hari ini. Amin.