Sabtu, 22 Februari 2031
Sebuah Kursi
Di banyak rumah ada satu kursi yang tidak diduduki sembarang orang. Kursi bapak. Bentuknya biasa saja, tetapi semua orang serumah tahu artinya. Kursi bisa mewakili orang, sekaligus tanggung jawabnya.
Hari ini Gereja merayakan pesta yang terdengar aneh: Takhta Santo Petrus. Yang dirayakan tentu bukan mebelnya. Takhta di sini adalah cathedra, kursi pengajar; dari kata itu pula lahir kata katedral. Yang dipestakan adalah pelayanan Petrus dan para penggantinya: mengajar, meneguhkan saudara-saudara, menjaga kesatuan.
Semuanya berawal dari percakapan di Kaisarea Filipi. Apa katamu, siapakah Aku ini? Simon menjawab: Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup! Atas pengakuan iman itulah Yesus bersabda: engkau adalah Petrus, dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku.
Menarik bahwa Petrus sendiri, dalam suratnya, berpesan kepada para gembala: gembalakanlah kawanan itu jangan dengan paksa, jangan mencari keuntungan, jadilah teladan. Kursi dalam Gereja memang bukan singgasana kekuasaan, melainkan bangku pelayanan.
Hari ini baiklah kita mendoakan Bapa Suci, dan semua orang yang dipercaya duduk untuk melayani umat.
Tuhan, kuatkanlah Petrus zaman ini, dan ajarilah kami semua duduk untuk melayani, bukan untuk dilayani. Amin.