Jumat, 21 Februari 2031
Obat Kehidupan
Undangan kondangan bisa mendatangkan ratusan orang. Kamar rumah sakit menyaring mereka menjadi tinggal beberapa. Di situlah kita tahu bedanya kenalan dan sahabat: kenalan hadir di pesta kita, sahabat bertahan di kesukaran kita.
Kemarin Sirakh mengingatkan bahaya menunda tobat. Hari ini ia berbicara tentang harta yang lain: sahabat setiawan merupakan perlindungan yang kokoh; ia tiada ternilai, ia obat kehidupan. Tetapi Sirakh juga jujur: ada sahabat yang ikut serta dalam perjamuan makan, namun tidak bertahan pada hari kesukaranmu.
Maka nasihatnya: kajilah dia dahulu, jangan segera percaya. Ini bukan ajakan untuk curiga, melainkan ajakan menghargai persahabatan sebagai barang mahal, yang hanya teruji oleh waktu dan kesetiaan.
Injil hari ini berbicara tentang perkawinan yang tidak terceraikan: apa yang dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia. Dua bacaan ini diam-diam bersalaman. Pernikahan yang awet pada dasarnya adalah persahabatan setiawan yang dipersatukan Allah: yang tetap tinggal ketika perjamuan usai dan hari kesukaran datang.
Kepada siapa aku menjadi sahabat yang bertahan? Dan sudahkah aku berterima kasih kepada mereka yang bertahan bagiku?
Tuhan, Sahabat yang tak pernah pergi, jadikanlah aku obat kehidupan bagi orang-orang yang Kaupercayakan kepadaku. Amin.