‹ Semua renungan

Rabu, 19 Februari 2031

Di Luar Pagar

Saat kerja bakti kampung, siapa yang datang paling pagi? Sering kali justru tetangga yang tidak segereja, bahkan tidak seiman dengan kita. Ia ikut mengangkat, menyapu, tertawa bersama. Kebaikan ternyata tidak menunggu kesamaan kartu anggota.

Yohanes pernah risau soal ini. Guru, kami lihat seorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu. Ia merasa sedang membela Yesus. Padahal yang ia bela adalah pagar kelompoknya sendiri.

Jawaban Yesus melegakan sekaligus menegur: jangan kamu cegah dia. Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita. Allah rupanya bekerja lebih luas daripada daftar anggota kita. Roh-Nya berhembus juga di luar pagar yang kita bangun rapat-rapat.

Ini bukan berarti semua sama saja dan iman tidak penting. Ini berarti kebaikan sejati, di mana pun ia tumbuh, berasal dari sumber yang satu. Sirakh berkata, siapa yang mencintai kebijaksanaan dicintai Tuhan. Tugas kita bukan mencabuti kebaikan orang lain, melainkan bersyukur dan ikut menyiramnya.

Pernahkah aku sibuk mencurigai kebaikan seseorang hanya karena ia bukan dari kelompokku?

Tuhan, luaskanlah hatiku melebihi pagar-pagarku, agar aku mengenali karya-Mu di mana pun ia tumbuh. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →