‹ Semua renungan

Senin, 3 Februari 2031

Pulanglah ke Rumahmu

Banyak orang mengira melayani Tuhan harus pergi jauh. Menjadi misionaris di pulau seberang, ikut rombongan besar yang hebat. Seolah panggilan selalu berarti koper dan perjalanan.

Orang Gerasa itu berpikir sama. Bertahun-tahun ia hidup di pekuburan, dirantai lalu memutus rantainya, memukuli diri dengan batu. Yesus membebaskannya dari legion roh jahat. Ketika Yesus hendak naik perahu, ia memohon supaya boleh ikut serta. Permintaan yang indah, bukan? Justru itu yang ditolak.

Pulanglah ke rumahmu, kata Yesus, dan beritahukanlah segala sesuatu yang telah diperbuat Tuhan atasmu. Pulang ternyata lebih berat daripada berangkat. Orang sekampung mengenal masa lalunya. Mereka pernah takut kepadanya, pernah mendengar teriakannya di bukit-bukit. Di hadapan merekalah ia harus bersaksi, bukan dengan pidato, melainkan dengan hidup yang sudah berubah.

Kita pun sering merasa lebih mudah tampak saleh di tempat orang tidak mengenal kita. Padahal ladang pertama pewartaan adalah rumah sendiri, meja makan sendiri, tetangga sendiri. Dan orang itu taat: ia mewartakan di Dekapolis, dan semua orang menjadi heran.

Apa yang telah diperbuat Tuhan atas hidupku? Sudahkah orang serumah mendengarnya, bukan dari mulutku saja, tetapi dari kelakuanku?

Tuhan, Engkau telah berbuat banyak atas hidupku. Jadikanlah rumahku tempat pertama aku bersaksi. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →