‹ Semua renungan

Sabtu, 1 Februari 2031

Tidur di Buritan

Hujan badai datang malam-malam. Angin menggedor atap, listrik padam, dan kita terjaga menghitung bunyi seng. Anehnya, anak kecil di kamar sebelah tetap pulas. Ia bisa tidur bukan karena tidak ada badai, melainkan karena ia tahu bapaknya ada di rumah.

Kemarin Yesus mengajar dengan perumpamaan di tepi danau. Petang harinya Ia mengajak para murid bertolak ke seberang. Taufan mengamuk, ombak menyembur masuk, dan Ia tidur di buritan. Para murid panik: Guru, Engkau tidak peduli kalau kita binasa? Ia bangun, menghardik angin, lalu balik bertanya: mengapa kamu begitu takut?

Bacaan pertama memberi kata kuncinya. Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan, bukti dari segala yang tidak kita lihat. Abraham berangkat tanpa mengetahui tempat yang ia tuju. Iman memang tidak pernah menjanjikan cuaca cerah. Iman hanya memastikan satu hal: siapa yang ada di perahu bersama kita.

Badai apa yang sedang membuat kita berteriak hari ini? Jangan-jangan Tuhan tidak sedang lalai. Ia sedang tidur tenang di buritan, mengajari kita tidur yang sama: tidur orang yang tahu Bapanya ada di rumah.

Tuhan, di tengah badai yang belum reda, ajarilah aku percaya bahwa Engkau ada di perahuku. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →