Selasa, 28 Januari 2031
Bukan Persembahan yang Diminta
Hari ini Gereja mengenang Santo Tomas Aquino, salah satu pemikir terbesar dalam sejarah Gereja. Ia menulis ribuan halaman tentang Allah. Namun menjelang akhir hidupnya, sesudah sebuah pengalaman doa yang dalam, ia berkata bahwa semua tulisannya seperti jerami dibanding kenyataan Allah yang ia rasakan. Bahkan seorang yang paling pandai pun akhirnya tahu, yang diminta Tuhan bukan sekadar hasil kerja kita.
Surat Ibrani hari ini mengutip Mazmur, menaruhnya di mulut Kristus. 'Korban dan persembahan tidak Engkau kehendaki, tetapi Engkau telah menyediakan tubuh bagiku. Lalu Aku berkata, Sungguh, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu.' Allah tidak pertama-tama menginginkan tumpukan persembahan. Ia menginginkan hati yang mau menaati.
Orang tua yang baik mengerti ini. Anak yang jauh boleh mengirim hadiah mahal setiap bulan. Tetapi kalau ia tak pernah pulang, tak pernah menelepon, hadiah itu terasa hambar. Yang diinginkan orang tua bukan barangnya, melainkan anaknya. Kehadiran mengalahkan kiriman.
Yesus mempertegasnya dalam Injil. 'Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku.' Bukan yang paling banyak memberi, bukan yang paling pandai bicara soal Allah, melainkan yang melakukan kehendak-Nya. Ketaatan yang sederhana lebih Ia hargai daripada persembahan yang megah.
Apa yang selama ini kutawarkan kepada Tuhan, persembahan yang gagah, atau ketaatan yang sungguh Ia minta?
Tuhan, Engkau tidak meminta hadiah yang mahal, melainkan hati yang taat. Terimalah bukan sekadar pemberianku, tetapi diriku yang mau melakukan kehendak-Mu. Amin.