‹ Semua renungan

Senin, 27 Januari 2031

Saksi, Bukan Ahli

Bacaan hari ini mengulang kisah Paulus di jalan ke Damsyik. Ada satu kalimat dari Ananias yang layak kita perhatikan. 'Sebab engkau harus menjadi saksi-Nya terhadap semua orang tentang apa yang kaulihat dan yang kaudengar.' Tugas Paulus disebut dengan satu kata, saksi.

Di ruang pengadilan, seorang saksi punya tugas yang jelas. Ia tidak diminta berdebat seperti pengacara. Ia tidak menyusun teori. Ia cuma menceritakan apa yang ia lihat dan ia dengar dengan matanya sendiri. Kekuatan seorang saksi bukan pada kepandaian berbicara, melainkan pada kejujuran, bahwa ia benar-benar hadir dan mengalami.

Kadang kita mengira untuk bercerita tentang iman kita harus jadi ahli dulu. Harus hafal ayat, harus bisa menjawab semua sanggahan, harus menang berdebat. Maka kita diam, merasa belum cukup pintar. Padahal Tuhan tidak meminta kita menjadi pengacara-Nya. Ia meminta kita menjadi saksi-Nya.

Paulus kelak memang jadi teolog besar. Tetapi awalnya sederhana, ia hanya menceritakan apa yang terjadi pada dirinya di jalan itu. Aku dulu mengejar, lalu aku dijumpai. Itu saja sudah mengubah dunia. Cerita tentang apa yang Tuhan perbuat dalam hidupku, sesederhana apa pun, tak bisa dibantah siapa-siapa.

Apa satu hal yang sudah kulihat dan kudengar sendiri tentang kebaikan Tuhan, yang bisa kuceritakan kepada seseorang hari ini?

Tuhan, aku bukan ahli, tetapi aku sudah mengalami kebaikan-Mu. Beri aku keberanian menjadi saksi, menceritakan apa yang kulihat dan kudengar. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →