Sabtu, 18 Januari 2031
Tak Ada yang Tersembunyi
Kemarin surat Ibrani mengajak kita berusaha masuk ke dalam perhentian Allah. Hari ini ia menaruh sesuatu yang lebih menggetarkan di depan kita. 'Tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia.'
Setiap anak pernah mengalami ini. Ia berbohong kepada ibunya soal hal kecil, dan ibunya cukup memandang wajahnya sebentar, lalu tahu. Tidak perlu diinterogasi. Ada orang yang membaca kita lebih dalam daripada kata-kata kita. Di depan orang seperti itu, topeng tak berguna.
Firman Allah disebut hidup dan tajam, 'lebih tajam dari pada pedang bermata dua.' Ia bukan pedang yang kita ayunkan untuk menilai orang lain. Ia pedang yang membaca kita, memisahkan mana niat tulus dan mana pura-pura, sampai ke sudut hati yang tak kita akui sendiri.
Bagi orang yang sibuk bersembunyi, kenyataan ini menakutkan. Tetapi surat Ibrani justru menyambungnya dengan kabar melegakan. Kita punya Imam Besar 'yang dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita.' Jadi Ia yang melihat kita telanjang bukan hakim yang dingin, melainkan saudara yang mengerti. Dilihat sepenuhnya, dan tetap dikasihi.
Bagian mana dari diriku yang masih kucoba sembunyikan dari Tuhan, padahal Ia sudah melihatnya, dan tetap tinggal?
Tuhan, di hadapan-Mu tak ada yang bisa kututupi. Aku berhenti berpura-pura. Terima aku apa adanya, dan sucikanlah. Amin.