‹ Semua renungan

Senin, 13 Januari 2031

Akhirnya Datang Sendiri

Bayangkan seorang bapak yang bertahun-tahun bekerja di rantau. Ia rajin berkirim kabar. Surat, pesan, uang, titipan lewat teman. Anak-anaknya tumbuh dengan suara bapak yang datang dari jauh, sepotong-sepotong. Sampai suatu hari pintu rumah diketuk, dan bapak itu berdiri di situ, hadir dengan tubuhnya sendiri. Semua surat selama ini tak sebanding dengan satu kali ia pulang.

Surat Ibrani membuka dengan gambaran seperti itu. 'Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya.'

Bertahun-tahun Allah berkirim kabar. Lewat Musa, lewat Yesaya, lewat mimpi dan hukum dan nyanyian. Semua benar, semua dari Dia. Tetapi semua itu masih seperti surat. Sampai akhirnya Ia datang sendiri, dalam Anak, dengan wajah dan tangan dan suara.

Kadang kita mengeluh Tuhan diam, seakan Ia tak pernah bicara. Padahal Ia sudah datang sejauh-jauhnya, bukan lagi berkirim pesan, melainkan hadir sendiri dalam Kristus. Persoalannya sering bukan Tuhan yang bungkam, melainkan kita yang lebih sibuk membaca segala kabar lain.

Firman yang paling penuh sudah datang. Sudahkah aku duduk di depan-Nya, atau masih menunggu surat yang lain?

Tuhan, Engkau tidak cukup berkirim kabar, Engkau datang sendiri. Ajar aku mengenali kehadiran-Mu yang sudah begitu dekat. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →