‹ Semua renungan

Sabtu, 4 Januari 2031

Sudah Anak, Belum Rupa

Kalau kita menanam biji mangga, yang terlihat cuma tanah. Beberapa hari kemudian muncul tunas hijau kecil, dua helai daun. Tidak ada yang mirip pohon, apalagi buah. Tetapi kalau orang bertanya, kita tetap menjawab, 'Itu pohon mangga.' Sudah pohon mangga, walau belum berupa pohon.

Rasul Yohanes memakai logika yang mirip. 'Lihatlah, betapa besar kasih yang dikaruniakan Bapa, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah.' Bukan akan menjadi. Sekarang, sudah. Lalu ia menambahkan kalimat yang jujur, 'belum nyata apa keadaan kita kelak.'

Jadi kita ini seperti tunas tadi. Nama sudah diberikan, rupa belum jadi. Kita anak Allah, tetapi belum kelihatan seperti anak Allah. Masih pemarah. Masih pelit. Masih gampang jatuh. Dan di sinilah banyak orang keliru. Mereka menunggu merasa suci dulu, baru berani menyebut diri milik Allah.

Padahal urutannya terbalik. Nama datang lebih dulu, rupa menyusul. 'Apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia.' Kita bertumbuh bukan supaya menjadi anak. Kita bertumbuh karena sudah anak. Seorang bayi tidak berlatih dulu supaya diakui. Ia diakui, lalu dibesarkan dalam pengakuan itu.

Hari ini, apakah aku hidup sebagai orang yang sudah diakui, atau sebagai orang yang masih menunggu layak?

Bapa, aku belum jadi seperti yang Kaukehendaki. Tetapi aku sudah Kausebut anak. Besarkanlah aku dalam nama itu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →