Kamis, 2 Januari 2031
Belajar Sampai Berlutut
Hari ini Gereja mengenang dua sahabat, Basilius dan Gregorius. Keduanya orang pandai. Mereka menuntut ilmu bersama, berbagi buku, berbagi doa. Ilmu mereka luas. Tetapi yang membuat kita mengenang mereka bukan kepandaiannya, melainkan ke mana kepandaian itu mereka bawa, yaitu kepada lutut yang bertekuk di hadapan Allah.
Injil hari ini juga bercerita tentang orang pandai. Para majus adalah pembaca bintang, ahli langit dari Timur. Mereka mengamati, menghitung, mencatat. Dan seluruh ilmu itu menuntun mereka ke satu tempat yang sederhana, sebuah rumah, seorang bayi, seorang ibu. 'Maka masuklah mereka, lalu sujud menyembah Dia.'
Ada ilmu yang membuat orang mendongak, merasa lebih tinggi dari sekitarnya. Ada pula ilmu yang membuat orang menunduk. Para majus memilih yang kedua. Mereka menempuh jarak berbulan-bulan, membawa emas dan kemenyan, hanya untuk berlutut di depan yang lebih kecil dari mereka.
Yesaya sudah lama menubuatkannya. 'Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu.' Yang datang bukan orang bodoh. Justru raja-raja, orang berilmu, para pencari.
Kita sering mengira iman itu untuk orang yang tidak sempat berpikir. Basilius, Gregorius, dan para majus membalik anggapan itu. Justru pikiran yang jujur, bila ditempuh sampai ujung, akan berhenti dan berlutut.
Ilmu yang tak pernah membuatku menunduk, jangan-jangan belum selesai kupelajari.
Tuhan, jadikanlah setiap yang kupelajari sebuah jalan menuju-Mu, dan bukan menara untuk menjauhi sesama. Amin.