‹ Semua renungan

Senin, 23 Desember 2030

Ahas yang Menolak Tanda

Kemarin kita melihat Zakharia dibisukan karena ragu. Hari ini Injil menaruh Maria di hadapan kita, dan bacaan pertama menaruh seorang raja bernama Ahas. Dua cara berbeda menanggapi tawaran Allah.

Kepada Ahas, Tuhan menawarkan sesuatu yang luar biasa. Mintalah suatu tanda, kata-Nya, apa saja, dari dunia orang mati yang paling bawah sampai langit yang paling tinggi. Tawaran yang jarang diberikan. Tetapi Ahas menolak dengan alasan yang terdengar saleh, "Aku tidak mau mencobai Tuhan." Kedengarannya rendah hati. Sebenarnya ia hanya tidak mau terikat pada Allah. Ada gengsi yang menyamar sebagai kesalehan.

Kita mengenal sikap itu. Ketika ada yang menawarkan pertolongan tulus, kadang kita menolak, "Ah, tidak usah repot." Bukan karena tidak butuh, melainkan karena tidak mau berutang, tidak mau bergantung. Ahas berbuat begitu kepada Tuhan sendiri.

Bandingkan dengan Maria. Ia juga menerima kabar yang mustahil. Ia sempat bertanya, bagaimana hal itu mungkin terjadi. Tetapi pertanyaannya bukan penolakan, melainkan kesediaan yang ingin mengerti. Ujungnya, ia berkata, jadilah padaku menurut perkataanmu. Ia membuka tangan, sementara Ahas menutupnya.

Allah tetap memberi tanda meski Ahas menolak: seorang perawan akan mengandung, dan namanya Imanuel. Rahmat memang tidak berhenti hanya karena kita menolak. Tetapi alangkah beda hidup orang yang mau menerima. Tangan kita hari ini, terbuka seperti Maria atau tertutup seperti Ahas?

Tuhan, jauhkan aku dari gengsi yang menyamar sebagai kesalehan. Berilah aku tangan Maria yang terbuka menerima kehendak-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →