Selasa, 17 Desember 2030
Anak yang Mula-Mula Menolak
Kemarin para imam kepala menjawab pertanyaan Yesus dengan aman: kami tidak tahu. Hari ini, masih di Bait Allah, Yesus melanjutkan dengan sebuah perumpamaan yang menelanjangi jawaban aman semacam itu.
Seorang ayah punya dua anak. Kepada yang pertama ia berkata, pergilah bekerja di kebun anggur hari ini. Anak itu menjawab manis, "Baik, bapa," tetapi ia tidak pergi. Kepada yang kedua ia berkata hal yang sama. Anak ini menjawab ketus, "Aku tidak mau," tetapi kemudian ia menyesal dan pergi juga. Yesus bertanya, siapa yang melakukan kehendak ayahnya? Jawabannya jelas: yang kedua.
Setiap orang tua mengenal dua anak ini. Yang satu mulutnya menyenangkan hati, tetapi tangannya tidak pernah bergerak. Yang lain menggerutu dulu, tetapi akhirnya mengerjakan. Dan kita tahu, di ujung hari, yang menolong bukan yang pandai menjawab, melainkan yang akhirnya melangkah.
Yesus lalu berkata sesuatu yang mengejutkan pendengar-Nya. Para pemungut cukai dan perempuan sundal akan mendahului mereka masuk Kerajaan Allah. Yakni orang yang mulanya berkata tidak kepada Allah, lalu berbalik dan bertobat.
Adven adalah musim para anak kedua. Musim untuk berbalik, meski kita sempat berkata tidak. Mana yang lebih sering kita berikan kepada Tuhan, ya di mulut atau ya di tangan?
Tuhan, ampuni ya-ku yang berhenti di bibir. Gerakkanlah kakiku ke kebun-Mu hari ini juga. Amin.