Senin, 16 Desember 2030
Bintang dari Yakub
Ada nubuat indah yang keluar dari mulut yang paling tidak kita duga. Bileam bukan nabi Israel. Ia justru disewa untuk mengutuk Israel. Tetapi ketika Roh Allah menghinggapinya, yang keluar bukan kutuk, melainkan berkat, dan sebuah kalimat yang kelak menuntun orang majus ke Betlehem: "Bintang terbit dari Yakub, tongkat kerajaan timbul dari Israel."
Perhatikan, Allah bisa memakai siapa saja untuk menyatakan kehendak-Nya. Bahkan orang yang mulanya menentang. Bahkan mulut yang dibayar untuk melawan. Bila Allah mau berbicara, tidak ada yang bisa menahan firman-Nya, sebab firman itu bukan milik si pembawa.
Bandingkan dengan Injil hari ini. Imam-imam kepala dan tua-tua datang bertanya dengan kuasa manakah Yesus bertindak. Mereka orang agama, ahli kitab, seharusnya paling peka pada suara Allah. Tetapi ketika Yesus balik bertanya soal baptisan Yohanes, mereka memilih menjawab, kami tidak tahu. Bukan karena tidak tahu, melainkan karena tidak mau terikat pada jawaban.
Sungguh terbalik. Seorang tukang tenung asing bisa melihat bintang, sedang para ahli agama menutup mata. Bukan pengetahuan yang membuat orang mengenal Tuhan, melainkan hati yang mau terbuka. Bintang mana yang sedang Tuhan tunjukkan kepada kita, yang mungkin kita pura-pura tidak lihat?
Tuhan, jangan biarkan aku terlalu pintar untuk melihat tanda-Mu. Berilah aku hati sederhana yang mengikuti bintang-Mu sampai kepada-Mu. Amin.