‹ Semua renungan

Sabtu, 14 Desember 2030

Api yang Memurnikan

Bacaan pertama melukiskan nabi Elia bagaikan api. Perkataannya laksana obor yang membakar. Ia menutup langit, menurunkan api, diangkat dalam olak angin berapi ke atas kereta kuda menyala. Seluruh hidupnya seperti nyala yang tak bisa diabaikan.

Tetapi api punya dua wajah. Ia bisa menghanguskan, ia juga bisa memurnikan. Tukang emas tahu, logam mulia harus masuk ke bara dulu supaya kotorannya terangkat ke permukaan dan bisa dibuang. Tidak ada emas murni yang tidak pernah kena api.

Hari ini kita mengenang Santo Yohanes dari Salib. Ia menulis tentang apa yang disebutnya malam gelap jiwa. Saat-saat ketika doa terasa hampa, ketika Tuhan seakan menghilang, ketika iman berjalan meraba-raba tanpa lampu. Menurut Yohanes, malam seperti itu bukan tanda Tuhan pergi. Justru di situ Ia sedang bekerja paling dalam, memurnikan hati dari segala yang bukan Dia, seperti api memurnikan emas.

Ini menghibur bagi kita yang kadang merasa kering dalam doa. Kekeringan tidak selalu berarti kemunduran. Kadang itu tungku tempat iman kita justru sedang ditempa lebih murni. Beranikah kita tetap tinggal di dalam nyala itu, dan tidak lari?

Tuhan, kalau Engkau membawaku melewati malam yang gelap, jangan biarkan aku lari. Murnikan aku dalam api-Mu sampai tinggal Engkau saja. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →