Jumat, 13 Desember 2030
Anak-Anak di Pasar
Kemarin Yesus memuji Yohanes Pembaptis sebagai yang terbesar di antara manusia. Hari ini Ia menggambarkan orang-orang yang menolak Yohanes, dan menolak diri-Nya sendiri, dengan sebuah adegan dari pasar.
Anak-anak duduk di pasar dan berseru kepada temannya. "Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari. Kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung." Diajak main gembira tidak mau, diajak main sedih pun tidak mau. Selalu ada alasan untuk menolak.
Begitulah, kata Yesus, angkatan itu. Yohanes datang dengan berpantang, tidak makan tidak minum, dan mereka bilang ia kerasukan. Anak Manusia datang makan dan minum bersama orang berdosa, dan mereka bilang Ia pelahap. Ketika hati sudah memutuskan menolak, cara apa pun akan salah.
Hari ini kita mengenang Santa Lusia, gadis dari Sisilia yang namanya berarti cahaya. Di tengah Adven yang makin gelap malamnya, ia mengingatkan bahwa terang tetap datang bagi yang mau menerimanya. Persoalannya memang jarang pada kurang terang. Persoalannya pada mata yang menutup diri.
Adakah kita masih seperti anak-anak di pasar itu, sibuk mencari alasan menolak, apa pun yang Tuhan tawarkan?
Tuhan, jangan biarkan aku menolak-Mu dengan seribu dalih. Bukalah hatiku menari saat Engkau bermain seruling. Amin.