‹ Semua renungan

Rabu, 11 Desember 2030

Di Manakah Engkau?

Siapa pun yang pernah bermain petak umpet dengan anak kecil tahu satu hal lucu. Anak yang paling kecil sering bersembunyi dengan menutup matanya sendiri. Ia mengira, kalau ia tidak melihat kita, kita pun tidak melihat dia. Ia belum tahu, bersembunyi tidak semudah itu.

Kitab Kejadian membuka dengan adegan persembunyian yang lebih tua dari kita semua. Adam dan Hawa baru saja melanggar, dan yang pertama mereka lakukan adalah bersembunyi di antara pepohonan. Lalu terdengar pertanyaan pertama Allah kepada manusia yang berdosa. Bukan tuduhan. Bukan hukuman. Melainkan sebuah panggilan: "Di manakah engkau?"

Tentu Allah tahu di mana Adam. Pertanyaan itu bukan untuk menemukan alamat, melainkan untuk memanggil orang yang bersembunyi supaya keluar. Seakan Allah berkata, Aku tidak mau kehilangan engkau, meski engkau ingin menghilang dari Aku.

Kita pun punya semak-semak sendiri. Kesibukan yang kita pakai supaya tidak sempat berdoa. Alasan yang kita susun supaya tidak perlu mengaku. Kita menutup mata dan mengira Tuhan tidak melihat. Tetapi suara itu tetap terdengar, lembut dan sabar: di manakah engkau?

Masa Adven adalah waktu untuk berhenti bersembunyi dan menjawab, ini aku, Tuhan. Beranikah kita keluar dari semak?

Tuhan, aku lelah bersembunyi. Aku keluar sekarang, apa adanya. Temukanlah aku dan bawalah aku pulang. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →