Selasa, 10 Desember 2030
Yang Satu Ekor
Seorang peternak kambing di kampung bisa hafal ternaknya satu per satu. Terdengar berlebihan, tetapi tanyakanlah. Ia tahu mana yang suka menyendiri, mana yang nakal, mana yang bulunya cacat. Maka kalau malam tiba dan satu ekor tidak pulang ke kandang, ia tidak bisa tenang, meski sembilan puluh sembilan lainnya sudah aman.
Itulah gambar yang dipakai Yesus hari ini. Seorang gembala meninggalkan yang sembilan puluh sembilan di pegunungan, dan pergi mencari yang satu tersesat. Secara hitungan dagang, ini tidak masuk akal. Meninggalkan yang banyak demi yang sedikit? Tetapi kasih memang tidak berhitung dengan kalkulator. Kasih menghitung dengan nama.
Bacaan pertama melukiskan gembala yang sama dengan lembut. Anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati. Bukan digiring dengan cambuk, melainkan dipangku di dada.
Kadang kita merasa menjadi si satu ekor itu. Tersesat, jauh dari kandang, yakin tidak ada yang akan repot mencari. Injil hari ini berkata sebaliknya. Justru karena kita hilang, langkah Gembala menuju kita. Dan kegembiraan-Nya saat menemukan, kata Yesus, melebihi kegembiraan atas yang tidak pernah tersesat. Sungguhkah kita percaya kita sedang dicari?
Gembala yang baik, kalau aku tersesat, carilah aku. Kalau aku jauh, pangkulah aku pulang. Amin.