‹ Semua renungan

Senin, 9 Desember 2030

Sudah Dipilih Sejak Semula

Ada orang tua yang menyiapkan kamar bayi jauh sebelum sang anak lahir. Dinding dicat, ranjang kecil dipasang, baju mungil dilipat rapi di lemari. Semua sudah siap padahal yang akan memakainya belum hadir. Kasih memang sering datang lebih dulu daripada yang dikasihi.

Hari ini Gereja merayakan Santa Perawan Maria yang Dikandung Tanpa Noda. Tahun ini pestanya bergeser sehari karena kemarin Hari Minggu, tetapi maknanya tidak bergeser sedikit pun. Kita merayakan bahwa Allah menyiapkan Maria jauh sebelum ia sanggup menyiapkan apa pun untuk Allah.

Surat kepada jemaat di Efesus mengucapkannya dengan menakjubkan: di dalam Kristus, Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan. Sebelum dunia dijadikan. Sebelum ada waktu, sebelum ada matahari yang terbit dan terbenam, nama kita sudah disebut dalam kasih. Pada Maria, pilihan itu bekerja begitu penuh sehingga sejak saat pertama hidupnya, dosa asal tidak pernah menyentuhnya. Ia disiapkan bersih untuk menjadi tempat kediaman Sang Kudus.

Inilah yang oleh para teolog disebut rahmat yang mendahului. Rahmat yang tiba sebelum kita minta, bahkan sebelum kita ada. Kita mudah mengira bahwa segala sesuatu dengan Tuhan dimulai dari langkah kita: kita bertobat, lalu Ia menerima; kita berdoa, lalu Ia menjawab. Immaculata membalik urutan itu. Yang pertama selalu Dia.

Maka ketika malaikat Gabriel datang, Maria disapa dengan nama yang aneh: engkau yang dikaruniai, engkau yang penuh rahmat. Rahmat itu sudah ada di dalam dirinya sebelum ia berkata sepatah kata pun. Jawabannya yang termasyhur, jadilah padaku menurut perkataanmu, bukanlah awal dari karya Allah. Itu tanggapan atas kasih yang sudah lebih dulu bekerja.

Bandingkan dengan cara kita menyiapkan sesuatu. Kita menyiapkan setelah tahu ada kebutuhan. Toko menyetok barang setelah melihat permintaan, petani menabur setelah musim tiba. Tetapi Allah menyiapkan Maria bahkan sebelum dunia sadar membutuhkan seorang bunda bagi Sang Penebus. Ia bekerja jauh di hulu, di titik yang tak terjangkau ingatan kita, supaya pada waktunya semua sudah tersedia.

Barangkali di sinilah letak penghiburan bagi kita yang merasa terlambat, terlalu berdosa, terlalu jauh. Sebelum kita sempat memilih Tuhan, Ia sudah memilih kita. Sebelum kita menyiapkan hati untuk-Nya, Ia sudah menyiapkan tempat bagi kita. Pertanyaannya bukan apakah kita cukup layak dipilih, melainkan apakah kita mau mengatakan ya seperti Maria.

Tuhan, sebelum aku mengenal-Mu, Engkau sudah memilih aku. Ajarilah aku menjawab kasih-Mu dengan ya yang tulus, seperti Maria. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →