‹ Semua renungan

Sabtu, 7 Desember 2030

Suara di Belakangmu

Kemarin dua orang buta memohon supaya mata mereka dibuka. Hari ini Nabi Yesaya berbicara tentang indra yang lain: telinga. "Telingamu akan mendengar perkataan ini dari belakangmu: Inilah jalan, berjalanlah mengikutinya."

Perhatikan, suara itu datang dari belakang. Bukan dari depan seperti komando, bukan dari atas seperti bentakan. Dari belakang, seperti seorang penuntun yang membiarkan kita berjalan lebih dulu, tetapi tidak membiarkan kita tersesat. Ia berbisik ketika kita hampir salah belok. Ke kanan sedikit. Bukan ke situ. Inilah jalan.

Hari ini kita mengenang Santo Ambrosius, uskup Milano, guru yang suaranya menuntun banyak orang, termasuk Agustinus muda, kembali ke jalan. Ia contoh bahwa Tuhan sering memakai suara manusia untuk berbisik dari belakang.

Dalam Injil, Yesus melihat orang banyak lelah dan terlantar seperti domba tanpa gembala. Hati-Nya tergerak. Tuaian banyak, kata-Nya, tetapi pekerja sedikit. Maka Ia mengutus murid-murid-Nya menjadi suara-suara itu, penunjuk jalan bagi yang tersesat.

Barangkali hari ini ada seseorang yang menunggu satu bisikan lembut dari kita. Bukan ceramah, cukup satu arah yang benar. Maukah kita menjadi suara itu?

Tuhan, buatlah telingaku peka pada bisikan-Mu dari belakang, dan jadikan suaraku penuntun yang lembut bagi orang yang tersesat. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →