Jumat, 6 Desember 2030
Sesuai Imanmu
Ada momen kecil yang mengharukan di ruang periksa mata. Seseorang yang bertahun-tahun melihat dunia serba kabur akhirnya memakai kacamata yang tepat, lalu terdiam. Ternyata daun punya tepi. Ternyata wajah orang yang dikasihi punya garis yang selama ini hilang. Yang berubah bukan dunia. Yang berubah matanya.
Nabi Yesaya menjanjikan hari ketika orang tuli mendengar perkataan kitab, dan mata orang buta lepas dari kegelapan lalu melihat. Bukan sekadar soal penglihatan badan. Ini janji tentang mata batin yang dibuka, tentang orang sengsara yang kembali bisa bersukacita.
Dalam Injil, dua orang buta mengikuti Yesus sambil berseru. Yesus bertanya satu hal sebelum menyentuh mereka: percayakah kamu bahwa Aku dapat melakukannya? Mereka menjawab, ya, Tuhan, kami percaya. Lalu Ia menjamah mata mereka dan berkata, jadilah kepadamu menurut imanmu.
Menurut imanmu. Seakan iman adalah takaran yang membuka atau menutup. Bukan karena Tuhan pelit, tetapi karena mata yang menutup diri memang sulit dituntun melihat. Masa Adven justru soal itu: memohon supaya mata kita dibuka untuk mengenali Dia yang datang. Sudahkah kita berani meminta seperti dua orang buta itu?
Tuhan, kasihanilah aku. Jamahlah mataku yang sering rabun akan kehadiran-Mu, dan buatlah aku melihat menurut iman. Amin.