‹ Semua renungan

Kamis, 5 Desember 2030

Di Atas Batu atau Pasir

Kemarin kita duduk membayangkan sebuah perjamuan di atas gunung, meja yang berlimpah bagi segala bangsa. Hari ini Nabi Yesaya membawa kita ke gunung yang sama, tetapi memperlihatkan hal lain: sebuah kota yang kuat, dengan tembok dan benteng, tempat orang yang hatinya teguh dijagai dengan damai sejahtera.

Setiap orang yang pernah membangun rumah tahu, yang paling menentukan justru yang paling tidak kelihatan. Pondasi. Bagian yang tertimbun tanah, tidak difoto, tidak dipamerkan. Tetapi ketika hujan turun dan banjir datang, di situlah nasib rumah ditentukan.

Yesus menutup khotbah-Nya dengan gambar itu. Dua rumah bisa tampak serupa dari luar. Yang satu berdiri di atas batu, yang lain di atas pasir. Bedanya baru ketahuan saat badai datang. Dan bedanya bukan pada siapa yang mendengar sabda, sebab keduanya mendengar. Bedanya pada siapa yang melakukannya.

Kita bisa hafal banyak ayat, rajin ke gereja, fasih berdoa, dan tetap membangun di atas pasir bila semua itu berhenti di telinga. Adakah satu sabda yang sudah lama kita dengar, tetapi belum juga kita kerjakan?

Tuhan, jadikan hidupku rumah yang berdiri di atas batu, yakni sabda-Mu yang kulakukan, bukan sekadar kudengar. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →