‹ Semua renungan

Jumat, 29 November 2030

Pengantin di Akhir Kitab

Menjelang resepsi, pengantin berdandan sejak subuh. Berjam-jam duduk dirias untuk satu saat saja: pintu terbuka, dan ia berjalan menemui mempelainya. Semua yang memandang ikut berkaca-kaca.

Halaman-halaman terakhir Alkitab ternyata memakai gambar itu. Setelah semua pergolakan, naga yang diikat, dan penghakiman di hadapan takhta putih, Yohanes melihat langit yang baru dan bumi yang baru, lalu kota kudus, Yerusalem baru, turun dari surga, berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya. Bacalah pelan-pelan: akhir sejarah menurut iman kita bukan ledakan, melainkan pernikahan. Bukan jurang yang menganga, melainkan pelukan yang menanti.

Karena itulah orang beriman boleh menatap akhir zaman tanpa gemetar berlebihan. Yesus dalam Injil menunjuk pohon yang bertunas: kalau tunasnya muncul, kamu tahu musim panas sudah dekat. Tanda-tanda boleh mengguncang, tetapi arahnya pasti: langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.

Semua yang kita genggam hari ini akan lapuk: rumah, jabatan, tubuh, bahkan bumi ini sendiri. Yang bertahan hanyalah perkataan-Nya dan kasih yang dikerjakan karenanya. Maka menjelang tutup tahun liturgi, periksalah dandanan kita: aku sedang berdandan untuk pesta itu, atau sibuk memoles hal-hal yang akan berlalu?

Tuhan, dandanilah jiwaku dengan kasih dan kesetiaan, agar aku siap menyambut hari pernikahan Anak Domba. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →