‹ Semua renungan

Rabu, 27 November 2030

Sehelai Rambut

Di sisir pagi hari kadang tertinggal beberapa helai rambut, dan kita menghitungnya dengan cemas. Padahal siapa yang sanggup menghitung rambut yang masih di kepala? Kita menjaga apa yang tidak pernah bisa kita hitung sendiri.

Yesus hari ini berbicara tentang masa yang gelap: kamu akan ditangkap dan dianiaya, diserahkan ke penjara, dibenci semua orang, bahkan beberapa di antara kamu akan dibunuh. Lalu menyusul kalimat yang seolah bertabrakan dengan semuanya itu: tetapi tidak sehelai pun dari rambut kepalamu akan hilang. Bagaimana mungkin? Dibunuh, tetapi rambut tidak hilang?

Justru di situ kuncinya. Yesus tidak menjanjikan hidup bebas derita. Ia menjanjikan sesuatu yang lebih dalam: tidak ada yang hilang. Tubuh boleh disakiti, sejarah boleh kacau, tetapi di hadapan Allah tidak ada yang tercecer sia-sia. Bahkan penganiayaan pun berubah fungsi: hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi. Dan kita tidak bersaksi dengan kekuatan sendiri: Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat.

Kitab Wahyu memperlihatkan ujung jalannya: mereka yang bertahan berdiri di tepi lautan kaca, memegang kecapi, menyanyikan nyanyian kemenangan. Ketekunan tidak pernah sia-sia. Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu.

Badai apa yang sedang kupikul saat ini? Beranikah aku percaya bahwa di dalamnya tak sehelai pun hilang?

Tuhan, genggamlah aku dalam badai, dan ubahlah kesesakanku menjadi kesaksian bagi-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →