‹ Semua renungan

Senin, 25 November 2030

Mata yang Terangkat

Uang logam lima ratusan jatuh di lantai pasar. Hampir tidak ada yang sudi menunduk memungutnya. Terlalu kecil untuk diperhatikan, terlalu ringan untuk dihitung.

Lukas mencatat sebuah detail yang indah hari ini: ketika Yesus mengangkat muka-Nya, Ia melihat. Ia melihat orang-orang kaya memasukkan persembahan besar, dan Ia melihat juga seorang janda miskin memasukkan dua peser. Semua mata di Bait Allah tertuju pada yang gemerincing besar. Mata Yesus menangkap yang paling kecil, yang oleh semua orang dilewatkan.

Penilaian-Nya membalik seluruh hitungan: janda miskin ini memberi lebih banyak daripada semua orang, sebab mereka memberi dari kelimpahannya, sedangkan ia memberi dari kekurangannya, seluruh nafkahnya. Kalkulator dunia menghitung berapa yang masuk. Allah menghitung berapa yang tersisa setelah orang memberi. Dua hitungan yang tidak pernah bertemu.

Kitab Wahyu hari ini bercerita tentang nyanyian baru yang tidak dapat dipelajari siapa pun kecuali mereka yang ditebus. Jangan-jangan nada dasarnya sama dengan dua peser janda itu: penyerahan total yang tidak terdengar oleh dunia, namun memenuhi telinga surga.

Yang menghibur dari semua ini: tidak ada pemberian yang luput dari mata-Nya. Yang tidak dilihat siapa-siapa tetap dilihat Allah. Adakah pemberianku yang sunyi, tanpa penonton, namun sungguh keluar dari hati?

Tuhan, arahkanlah mataku seperti mata-Mu: memperhatikan yang kecil, dan menghargai yang tersembunyi. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →