‹ Semua renungan

Kamis, 14 November 2030

Kacamata di Kepala

Seisi rumah pernah geger mencari kacamata nenek. Laci dibongkar, kolong dijelajahi, semua orang dituduh memindahkan. Ternyata kacamata itu bertengger manis di atas kepala nenek sendiri. Semua tertawa, lalu diam-diam berpikir: kita sering begitu.

Orang Farisi bertanya kapan Kerajaan Allah datang. Mereka menunggu tanda-tanda besar, gejolak yang bisa dicatat. Jawaban Yesus mengejutkan: Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah, sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu. Yang mereka tunggu-tunggu sedang berdiri di hadapan mereka, bercakap-cakap dengan mereka.

Kemarin sepuluh orang kusta ditahirkan di tengah jalan, dan hanya satu yang mengenali rahmat itu. Hari ini pola yang sama diulang: Allah bekerja dari dekat, kita mencari-Nya jauh-jauh.

Surat kepada Filemon memberi contoh kecilnya. Kerajaan Allah tidak turun berupa kereta awan; ia hadir ketika Paulus memohon agar Onesimus, budak yang melarikan diri, diterima kembali bukan lagi sebagai hamba, melainkan sebagai saudara yang kekasih. Sebuah relasi yang dipulihkan: di situ Allah sedang memerintah.

Maka jangan-jangan Kerajaan Allah hari ini hadir di meja makan yang sama, di rekan kerja yang minta dimaafkan, di anak yang minta ditemani. Rahmat apa yang sedang bertengger di kepalaku dan belum kusadari?

Tuhan, bukalah mataku bagi kehadiran-Mu yang dekat, sebelum aku lelah mencari-Mu di tempat yang jauh. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →