‹ Semua renungan

Rabu, 13 November 2030

Menerima Kasih

Bacaan I Titus 3:1-7 Mazmur Mazmur 23:1-6 Injil Lukas 17:11-19

Bahasa Indonesia menyimpan rahasia dalam ucapan yang paling sehari-hari: terima kasih. Dua kata itu kalau dibongkar artinya dalam sekali. Orang yang berterima kasih sesungguhnya sedang mengaku: aku telah menerima kasih. Bukan sekadar menerima barang atau jasa, melainkan kasih yang menumpang di baliknya.

Sepuluh orang kusta berseru kepada Yesus dan disembuhkan di tengah jalan. Hanya satu yang kembali, tersungkur, dan mengucap syukur. Orang Samaria pula, orang asing. Sembilan lainnya tidak jahat; mereka melakukan persis yang diperintahkan, pergi menghadap para imam. Yang hilang dari mereka satu hal saja: kesadaran bahwa mereka baru saja menerima kasih.

Kemarin kita mendengar tentang hamba yang hanya menjalankan kewajiban. Hari ini sisi sebaliknya dibentangkan: Allah tidak pernah berkewajiban menyembuhkan siapa pun. Semuanya rahmat. Paulus menuliskannya kepada Titus: Ia menyelamatkan kita bukan karena perbuatan baik kita, melainkan karena rahmat-Nya.

Kepada yang kembali itu Yesus berkata: berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau. Sepuluh orang sembuh kulitnya; satu orang selamat seluruh hidupnya. Rupanya syukur bukan basa-basi sesudah rezeki. Syukur adalah pintu masuk keselamatan yang lebih penuh.

Hari ini, kepada siapa aku belum sempat berkata terima kasih? Kepada Tuhan, untuk rahmat mana aku sudah lama lupa kembali?

Tuhan, jadikanlah aku seperti satu orang yang kembali itu: tahu diri, tahu berterima kasih, dan tahu kepada siapa harus tersungkur. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →