Sabtu, 9 November 2030
Rumah Induk
Hampir setiap keluarga besar punya rumah induk: rumah tua di kampung tempat semua anak cucu pulang saat Natal atau hari raya. Catnya mungkin pudar, kursinya itu-itu saja. Tetapi begitu duduk di dalamnya, setiap orang tahu dirinya bagian dari satu keluarga.
Basilika Lateran, yang pemberkatannya kita kenang hari ini, adalah rumah induk itu bagi umat Katolik sedunia. Pada dindingnya tertulis gelar tuanya: ibu dan kepala semua gereja. Merayakan gereja di Roma sana dari kampung kita di sini bukanlah memuja gedung, melainkan mensyukuri kenyataan bahwa kita satu keluarga besar, dari basilika megah sampai kapel stasi berlantai semen.
Menariknya, Injil hari ini justru berhati-hati soal gedung. Yesus mengusir para pedagang dari Bait Suci, dan ketika ditantang, Ia berkata: rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali. Yang dimaksudkan-Nya adalah tubuh-Nya sendiri. Bait yang sesungguhnya bukan susunan batu, melainkan Kristus. Dan sejak dibaptis, tubuh kita pun menjadi bait Roh Kudus.
Rumah induk berharga bukan karena temboknya, melainkan karena ada yang menunggu kita di dalamnya. Demikian pula gereja, demikian pula hati. Masihkah hatiku layak disebut rumah doa, atau sudah lama menjadi tempat berjualan macam-macam kepentingan?
Tuhan, bersihkanlah bait hatiku dari segala dagangan yang bukan milik-Mu, dan tinggallah di dalamnya. Amin.