‹ Semua renungan

Rabu, 6 November 2030

Rumah Mangkrak

Di pinggir jalan itu ada rumah yang berhenti dibangun bertahun-tahun. Tiang betonnya menghitam, besinya berkarat, rumput tumbuh di lantai kerjanya. Setiap orang yang lewat menebak-nebak: kehabisan dana barangkali. Persis seperti kata Yesus: orang mulai mendirikan tetapi tidak sanggup menyelesaikan, lalu menjadi tontonan.

Kemarin kita mendengar undangan pesta ditolak dengan alasan-alasan sopan. Hari ini Yesus berbalik kepada orang banyak yang berduyun-duyun mengikuti-Nya, dan bicara terus terang: duduklah dahulu, hitunglah anggarannya. Menjadi murid ada harganya. Memikul salib. Melepaskan milik. Ia tidak menyembunyikan ongkos itu di huruf kecil.

Yesus rupanya tidak mencari pengikut musiman, yang ramai meletakkan fondasi lalu mangkrak di tengah jalan. Ia lebih menghargai perhitungan yang jujur daripada semangat yang meluap sesaat.

Tetapi jangan berhenti pada gentar. Paulus memberi rahasianya kepada jemaat Filipi: kerjakanlah keselamatanmu dengan takut dan gentar, sebab Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu, baik kemauan maupun pekerjaan. Kita memang harus menghitung anggaran, namun kita tidak membangun dengan dana sendiri. Pemilik proyek ikut bekerja di dalamnya.

Hari ini baik kita berkeliling memeriksa bangunan iman sendiri: bagian mana yang lama terbengkalai? Doa yang berhenti separuh, maaf yang tidak jadi diucapkan, pelayanan yang bosan di tengah jalan?

Tuhan, sempurnakanlah apa yang mulai Kaubangun di dalam diriku, dan jangan biarkan imanku mangkrak di tengah jalan. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →