‹ Semua renungan

Selasa, 29 Oktober 2030

Kerja yang Tak Kelihatan

Petani menanam benih, lalu pulang tidur. Ia tidak menunggui benih itu semalaman sambil menarik-nariknya supaya cepat tumbuh. Diam-diam, di dalam tanah yang gelap, benih itu bekerja sendiri. Ketika petani bangun berhari-hari kemudian, tunas sudah muncul entah bagaimana.

Yesus memakai dua gambaran mungil untuk Kerajaan Allah: biji sesawi dan ragi. Biji sesawi begitu kecil, tetapi tumbuh menjadi pohon tempat burung bersarang. Ragi hanya sejumput, tetapi diaduk seorang perempuan ke dalam tepung tiga sukat "sampai khamir seluruhnya." Keduanya punya satu kesamaan: awalnya nyaris tak terlihat, dan kerjanya berlangsung tersembunyi.

Kita cenderung mengukur segala sesuatu dari yang besar dan tampak: kerumunan, angka, sorak-sorai. Tetapi Kerajaan Allah lebih sering tumbuh seperti ragi, dalam diam, di tempat yang tak disorot. Orang Jawa punya peribahasa yang pas: alon-alon waton kelakon, perlahan asal terlaksana.

Kebaikan kecil yang kita tanam sering tampak sia-sia hari ini. Satu maaf, satu doa, satu didikan sabar kepada anak. Kita tidak melihat hasilnya, dan kita tergoda menyerah. Padahal ragi sedang bekerja, meski kita tidur.

Bacaan pertama menaruh gambaran ini di rumah tangga: kasih suami-istri yang setia adalah tempat Kerajaan itu diam-diam mengembang, sampai Paulus menyebutnya rahasia yang besar, cermin kasih Kristus dan jemaat.

Hari ini, kebaikan kecil mana yang perlu tetap kutabur, meski hasilnya belum kelihatan?

Tuhan, ajarilah aku setia menabur yang kecil dan mempercayakan pertumbuhannya kepada-Mu. Kerjakanlah Kerajaan-Mu dalam diriku, meski dalam diam. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →