‹ Semua renungan

Senin, 28 Oktober 2030

Santo untuk Perkara Mustahil

Di antara para rasul, ada nama-nama yang selalu di depan: Petrus, Yohanes, Yakobus. Dan ada nama yang nyaris tak pernah kita sebut, seperti Simon orang Zelot dan Yudas, yang juga disebut Tadeus. Keduanya kita rayakan hari ini. Injil menyebut nama mereka sekali, lalu mereka seakan menghilang dari sorotan.

Anehnya, justru Yudas Tadeus inilah yang kemudian dikenal umat sebagai santo pelindung perkara-perkara yang tampak mustahil. Ketika semua pintu terasa tertutup, banyak orang memohon melalui perantaraannya. Seorang rasul yang paling jarang disebut namanya justru menjadi tempat berlindung mereka yang nyaris putus asa.

Ada pelajaran halus di sini. Allah gemar memakai yang paling tidak diperhitungkan. Yesus memilih kedua belas rasul sesudah semalam berdoa, dan di antara pilihan-Nya ada orang-orang yang tak akan pernah masuk daftar tokoh terkenal. Bukan kehebatan mereka yang membuat Gereja berdiri.

Paulus menjelaskan bangunannya. Kita "dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru." Dalam sebuah bangunan, batu-batu di fondasi tidak pernah terlihat dan tidak pernah dipuji. Tetapi cabutlah satu, temboknya goyah.

Barangkali panggilan kita mirip Simon dan Yudas: menjadi batu yang tak disorot, tetapi setia menahan beban di tempat yang tak terlihat.

Hari ini, sanggupkah aku setia melayani meski namaku tak pernah disebut dan jasaku tak pernah terlihat?

Tuhan, seperti Santo Simon dan Yudas, jadikan aku batu setia dalam bangunan Gereja-Mu, meski tak terlihat. Dan bagi yang nyaris putus asa, kirimkanlah harapan. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →