‹ Semua renungan

Jumat, 25 Oktober 2030

Berdamai di Tengah Jalan

Bacaan I Efesus 4:1-6 Mazmur Mazmur 24:1-6 Injil Lukas 12:54-59

Dua orang yang bertikai sedang berjalan menuju pengadilan. Selama masih di tengah jalan, pintu damai masih terbuka: sebuah kata maaf, sebuah uluran tangan, dan perkara bisa selesai sebelum sampai. Tetapi begitu tiba di depan hakim, semuanya menjadi kaku, dan urusan bisa berakhir di penjara.

Itulah nasihat Yesus hari ini: "berusahalah berdamai dengan dia selama di tengah jalan." Ada tenggat pada setiap perselisihan. Selama masih di perjalanan, damai masih murah. Makin ditunda, makin mahal harganya, sampai ada titik ketika ia tak lagi terbeli.

Betapa banyak permusuhan dalam keluarga dan kampung yang sebenarnya masih bisa didamaikan bertahun-tahun lalu, andai satu pihak mau mengalah lebih dulu di tengah jalan. Ditunda dan ditunda, sampai yang tersisa tinggal dendam yang mengeras.

Paulus menunjukkan ke mana damai itu bermuara. Ia mengulang satu kata seperti genderang: satu tubuh, satu Roh, satu pengharapan, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu Allah dan Bapa dari semua. Kita ini sudah satu; permusuhan hanyalah menyobek sesuatu yang seharusnya utuh.

Dan jalan menuju kesatuan itu disebut Paulus dengan gamblang: rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tiga sikap yang justru paling sulit ketika hati sedang panas.

Hari ini, ada perkara dengan siapa yang masih kutunda kubereskan, padahal kami masih sama-sama di tengah jalan?

Tuhan, mumpung masih di tengah jalan, gerakkan aku untuk berdamai lebih dahulu. Berilah aku hati yang rendah, lembut, dan sabar. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →