‹ Semua renungan

Kamis, 24 Oktober 2030

Akar dan Api

Pohon yang kokoh selalu punya rahasia yang tak terlihat: akarnya. Makin tinggi hendak menjulang, makin dalam ia harus menghunjam ke bawah. Pohon tanpa akar dalam akan tumbang pada badai pertama, betapapun rindang daunnya.

Paulus berdoa supaya jemaat "berakar serta berdasar di dalam kasih", agar sanggup memahami "betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus." Ia sedang mengukur sesuatu yang sebenarnya tak terukur. Kasih Kristus punya empat arah sekaligus: cukup lebar untuk merangkul semua, cukup panjang untuk bertahan sampai akhir, cukup tinggi untuk mengangkat yang jatuh, cukup dalam untuk menjangkau yang paling hina. Dan tetap, kata Paulus, kasih itu melampaui segala pengetahuan.

Tetapi Injil hari ini terdengar bertolak belakang. Yesus berkata: "Aku datang untuk melemparkan api ke bumi. Kamu menyangka Aku datang untuk membawa damai? Bukan, melainkan pertentangan." Bahkan keluarga bisa terbelah karena Dia.

Rupanya kasih yang sedalam itu bukan kasih yang suam-suam kuku. Ia api. Ia menuntut sikap, dan setiap sikap yang sungguh akan memilah. Orang yang berakar dalam kasih Kristus kadang harus berani berbeda, bahkan dari orang terdekatnya, demi tetap setia.

Akar yang dalam justru dibutuhkan supaya kita tahan ketika api itu datang dan tidak semua orang sepaham.

Hari ini, seberapa dalam akar kasihku menghunjam, sehingga aku tak tumbang saat setia pada Kristus menuntut harga?

Tuhan, tanamkan aku dalam-dalam pada kasih-Mu yang lebar, panjang, tinggi, dan dalam. Beri aku keberanian tetap setia meski harus berbeda. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →