‹ Semua renungan

Sabtu, 26 Oktober 2030

Semalaman Berdoa

Sebelum mengambil keputusan besar, orang bijak biasanya tidak tergesa. Ada yang tidur dulu, ada yang minta nasihat, ada yang menyepi. Orang Jawa mengingatkan, aja grusa-grusu, jangan tergopoh-gopoh. Keputusan penting terlalu berharga untuk diputuskan sambil lalu.

Injil hari ini mencatat sebuah keputusan yang akan mengubah sejarah: pemilihan dua belas rasul. Dan sebelum memilih, Yesus "pergi ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah." Semalam suntuk. Baru ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya dan memilih dua belas orang.

Perhatikan urutannya. Doa dahulu, baru memilih. Yesus, yang adalah Putra Allah, toh tidak melewati malam doa itu. Betapa sering kita justru sebaliknya: memutuskan dulu, tergesa-gesa, dan baru berdoa belakangan supaya keputusan kita direstui.

Dan siapa yang akhirnya dipilih? Nama-nama sederhana: nelayan, pemungut cukai, seorang yang disebut orang Zelot, bahkan Yudas yang kelak mengkhianati. Bukan kumpulan orang hebat. Dari doa semalaman itu lahir sekelompok orang biasa yang di atasnya Gereja dibangun.

Paulus menyebut bangunan itu: kita "dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru." Fondasi Gereja adalah orang-orang yang dipilih dalam doa, bukan dalam rapat yang tergesa.

Hari ini, keputusan besar mana yang sedang kuhadapi, dan sudahkah aku menyediakan waktu berdoa sebelum memutuskan?

Tuhan, sebelum memilih para rasul Engkau berdoa semalaman. Ajarilah aku menimbang setiap keputusan besar dalam doa, bukan dalam ketergesaan. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →