‹ Semua renungan

Senin, 21 Oktober 2030

Malam Ini Juga

Ada godaan halus yang datang justru ketika panen berhasil. Begitu lumbung penuh, timbul pikiran: sekarang aku aman, tinggal menikmati bertahun-tahun. Rasa aman itu terasa masuk akal, sampai kita ingat bahwa tidak seorang pun tahu apakah ia masih ada besok pagi.

Yesus menceritakan orang kaya yang tanahnya berlimpah hasil. Rencananya rapi: merombak lumbung lama, membangun yang lebih besar, menimbun segalanya. Lalu ia berkata kepada jiwanya sendiri: "Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah." Perhatikan, dalam seluruh rencananya tidak ada satu pun kata orang lain, tidak ada kata Tuhan. Yang ada hanya aku, milikku, lumbungku.

Maka firman Allah memutus mimpinya: "Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?" Ia menghitung tahun, padahal ia bahkan tidak punya malam ini.

Ia disebut bodoh bukan karena kaya, melainkan karena mengira nyawanya bisa ditopang oleh lumbung. Yesus menutup: demikianlah orang yang menimbun harta bagi diri sendiri, tetapi tidak kaya di hadapan Allah.

Paulus mengingatkan dari arah lain: kita diselamatkan oleh kasih karunia, bukan hasil usaha, supaya tak seorang pun memegahkan diri. Bahkan hidup kita sendiri pemberian, bukan timbunan.

Hari ini, aku sedang menimbun untuk lumbung siapa, dan sudahkah aku kaya di hadapan Allah?

Tuhan, lepaskan aku dari khayalan bahwa hidupku aman karena lumbungku penuh. Jadikan aku kaya di hadapan-Mu dengan berbagi kepada sesama. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →