Sabtu, 19 Oktober 2030
Diberi Kata pada Waktunya
Siapa pun yang pernah gugup menghadapi ujian lisan tahu rasanya: semalaman menghafal, tetapi begitu duduk di depan penguji, pikiran mendadak kosong. Makin ditakuti, makin buntu. Kita begitu sibuk mencemaskan jawaban sampai lupa bahwa jawaban kerap datang justru saat kita tenang.
Yesus berbicara tentang ketakutan yang lebih besar: saat orang beriman dihadapkan ke majelis dan penguasa karena imannya. "Janganlah kamu kuatir bagaimana dan apa yang harus kamu katakan untuk membela dirimu. Sebab pada saat itu juga Roh Kudus akan mengajar kamu apa yang harus kamu katakan."
Ini bukan anjuran untuk malas bersiap. Ini janji bahwa dalam saat genting, orang beriman tidak ditinggal sendirian meraba-raba kata. Ada Guru batin yang membisikkan pada waktunya.
Sebelumnya Yesus menegaskan taruhannya: "Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui dia di depan malaikat-malaikat Allah." Mengakui iman kadang tidak butuh mimbar besar. Cukup keberanian kecil untuk tidak menyangkal Tuhan saat lebih mudah diam.
Paulus pun berdoa supaya mata hati jemaat diterangi, agar mereka mengenal betapa besar kuasa yang bekerja pada orang percaya, kuasa yang sama yang membangkitkan Kristus dari antara orang mati. Kuasa itu tidak pernah jauh.
Hari ini, adakah saat aku memilih diam bukan karena bijak, melainkan karena takut mengakui Dia?
Roh Kudus, ajarilah aku kata yang benar pada waktunya, dan berilah aku keberanian mengakui Yesus ketika lebih mudah menyangkal-Nya. Amin.