Kamis, 17 Oktober 2030
Menyeluruh
Kata Katolik begitu sering kita ucapkan sampai jarang kita tanyakan artinya. Ia berasal dari bahasa Yunani katholikos, yang berarti menyeluruh, meliputi semua, universal. Dan orang pertama yang memakai kata itu untuk menyebut Gereja adalah santo yang kita kenang hari ini: Ignasius dari Antiokhia.
Ignasius seorang uskup yang digiring ke Roma untuk dihukum mati. Dalam perjalanan menuju kematiannya, ia menulis surat-surat yang isinya justru merawat kesatuan Gereja: tetaplah bersatu, jangan terpecah, berhimpunlah sebagai satu tubuh. Ia mati demi sesuatu yang jauh lebih luas daripada dirinya.
Surat kepada jemaat di Efesus membuka cakrawala yang sama besarnya. Allah, kata Paulus, sudah memilih kita "sebelum dunia dijadikan", dan seluruh rencana-Nya bermuara pada satu tujuan agung: "mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi." Sejarah bukan kumpulan kejadian acak; ia sedang dikumpulkan menuju satu titik, yaitu Kristus.
Sebaliknya, Injil hari ini menegur ahli-ahli Taurat yang "mengambil kunci pengetahuan": mereka sendiri tidak masuk, dan menghalangi orang lain masuk. Mereka memecah dan menutup, ketika Allah justru sedang menyatukan dan membuka.
Menjadi Katolik berarti ikut ambil bagian dalam gerak besar itu: mengumpulkan, bukan menyerakkan; membuka pintu, bukan memegang kunci sendirian.
Hari ini, apakah aku sedang menjadi bagian yang menyatukan Gereja, atau diam-diam ikut memecahnya?
Tuhan, Engkau memilihku sejak sebelum dunia dijadikan untuk dipersatukan dalam Kristus. Jadikan aku pelayan kesatuan seperti Santo Ignasius. Amin.