Selasa, 15 Oktober 2030
Kamar Paling Dalam
Ada rumah yang teras dan ruang tamunya selalu kinclong, tetapi kamar paling dalam tak pernah dibereskan, karena toh tak ada tamu yang masuk sampai ke sana. Kita mudah rajin membersihkan yang dilihat orang, dan membiarkan berdebu yang hanya kita sendiri yang tahu.
Seorang Farisi heran melihat Yesus tidak mencuci tangan sebelum makan. Yesus menjawab tajam: "Kamu membersihkan bagian luar dari cawan dan pinggan, tetapi bagian dalammu penuh rampasan dan kejahatan." Bukan berarti kebersihan luar tidak penting, tetapi celaka kalau yang tampak jauh lebih terawat daripada yang tersembunyi.
Hari ini Gereja mengenang Teresia dari Avila, seorang pendoa besar yang mengajarkan bahwa jiwa manusia bagaikan sebuah puri dengan banyak kamar, dan Allah bersemayam di kamar yang paling dalam. Hidup rohani, katanya, adalah perjalanan masuk ke dalam, kamar demi kamar, sampai berjumpa Tuan rumah di pusat hati. Bukan perjalanan keluar untuk dipandang orang.
Paulus meletakkan intinya dengan ringkas: yang berarti bukan sunat atau tidak sunat, bukan tanda lahiriah, melainkan "iman yang bekerja oleh kasih." Isi hati, bukan hiasan luar.
Dan Yesus menutup dengan resep tak terduga: "berikanlah isinya sebagai sedekah dan sesungguhnya semuanya akan menjadi bersih bagimu." Hati dibersihkan bukan dengan digosok dari luar, melainkan dengan dibuka dan dibagikan.
Hari ini, kamar terdalam hatiku, kapan terakhir kubereskan bersama Tuhan?
Tuhan, masuklah sampai ke kamar terdalam hatiku yang jarang kubuka. Bersihkan aku dari dalam, dan ajarilah aku iman yang bekerja oleh kasih. Amin.