‹ Semua renungan

Selasa, 8 Oktober 2030

Dipanggil Dua Kali

Kalau ada tamu penting datang, yang paling repot biasanya bukan sang tamu, melainkan tuan rumah. Dapur mendadak sibuk, piring terbaik dikeluarkan, semua ingin sempurna. Niatnya mulia: menghormati tamu. Tetapi kalau tidak hati-hati, tuan rumah malah sibuk sendiri di belakang, dan tamunya justru ditinggal duduk sendirian.

Begitulah Marta. Ia menerima Yesus di rumahnya, lalu sibuk sekali melayani, sampai kesal melihat Maria hanya duduk di kaki Tuhan. Keluhannya wajar: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri?" Jawaban Yesus lembut tetapi menusuk: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu."

Yesus tidak sedang mencela pelayanan. Ia mencela kekuatiran yang membuat kita kehilangan Dia yang sedang kita layani. Marta begitu sibuk menyiapkan segala untuk Yesus sampai lupa menikmati Yesus.

Bacaan pertama memberi bandingan menarik. Paulus dulu pun orang yang luar biasa sibuk dan rajin, "sangat rajin memelihara adat istiadat nenek moyang", sampai menganiaya jemaat. Kesibukan rohaninya besar, tetapi arahnya keliru, sampai ia berjumpa Kristus dan seluruh arah hidupnya berbalik.

Kesibukan tidak selalu tanda kesetiaan. Kadang ia justru tempat kita bersembunyi dari perjumpaan yang sesungguhnya.

Hari ini, di tengah daftar tugas yang panjang, sudahkah aku menyisakan satu saat untuk sekadar duduk diam di kaki-Nya?

Tuhan, di tengah banyak perkara yang menyita hatiku, ingatkan aku akan satu hal yang perlu: duduk dekat dan mendengarkan Engkau. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →