‹ Semua renungan

Sabtu, 5 Oktober 2030

Dengan Mata Sendiri

Ada bedanya mengenal seseorang dari cerita orang dan mengenalnya dari perjumpaan sendiri. Kita bisa hafal riwayat seorang tokoh dari buku, tetapi begitu berjumpa langsung, berjabat tangan, mendengar suaranya, semua cerita tadi terasa hidup dan berubah warna.

Ayub akhirnya sampai ke titik itu. Sepanjang penderitaannya ia berdebat, bertanya, protes. Kini ia berkata: "Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau." Penderitaan tidak menjauhkannya dari Allah; anehnya, justru mendekatkan. Ia yang dahulu hanya tahu tentang Allah, kini sungguh berjumpa.

Sesudah perjumpaan itu, hidupnya dipulihkan. Bukan karena ia menang berdebat, melainkan karena ia berhenti berdebat dan menyerah.

Injil hari ini menyambung nada yang sama. Ketujuh puluh murid pulang bergembira karena setan takluk, tetapi Yesus mengoreksi sumber sukacita mereka: bukan karena kuasa, melainkan karena "namamu ada terdaftar di sorga." Ia lalu bersyukur bahwa rahasia itu dinyatakan kepada orang kecil, bukan kepada yang merasa pandai.

Iman kita sering berhenti di tahap kata orang. Warisan dari orang tua, hafalan dari sekolah Minggu. Semua baik, tetapi belum tentu perjumpaan.

Hari ini, sudahkah aku memandang-Nya dengan mata sendiri, atau masih sekadar mendengar kata orang?

Tuhan, bawa aku dari sekadar mendengar tentang Engkau kepada sungguh memandang Engkau. Cukupkanlah Engkau bagiku. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →