Rabu, 2 Oktober 2030
Pesuruh yang Diam
Coba perhatikan penyeberangan di depan sekolah pada pagi hari. Ada bapak berompi menyetop kendaraan, mengangkat tangan, menuntun anak-anak sampai ke seberang. Anak-anak itu jarang menoleh, jarang berterima kasih. Mereka menyeberang aman tanpa tahu betul siapa yang menjaga.
Hari ini Gereja mengenang para Malaikat Pelindung. Kata malaikat berasal dari angelos, artinya utusan, pesuruh. Bukan tokoh utama, melainkan yang diutus: hadir, menjaga, lalu menyingkir tanpa minta disebut.
Ayub hari ini justru mengeluh bahwa Allah terasa terlalu jauh dan terlalu besar: Ia memindahkan gunung, membentangkan langit, "apabila Ia melewati aku, aku tidak melihat-Nya." Betapa sering iman terasa demikian. Langit sunyi, Allah seakan lewat begitu saja.
Justru di situlah para malaikat menjadi hiburan. Allah yang Mahabesar itu tidak meninggalkan kita sendirian menyeberang. Ia menaruh pendamping yang tak tampak, seperti bapak berompi yang tidak kita kenal namanya.
Dan Injil hari ini mengingatkan: mengikut Yesus berarti terus berjalan, tidak menoleh ke belakang seperti orang membajak. Kita boleh berjalan tanpa menoleh justru karena ada yang menjaga dari samping.
Hari ini, sudahkah kita berterima kasih kepada penjaga yang tak pernah kita lihat?
Allah Bapa, terima kasih atas malaikat yang Kauutus mendampingi langkahku. Jadikan aku peka akan penyertaan-Mu yang diam. Amin.