‹ Semua renungan

Selasa, 1 Oktober 2030

Bukan dengan Api

Ada anak kecil yang kalau dilukai temannya langsung berkata: nanti kulaporkan bapakku. Rasa keadilan seorang anak selalu berukuran besar dan cepat. Yang salah harus segera kena, sekeras-kerasnya.

Kemarin kita mendengar Yohanes melarang orang mengusir setan hanya karena ia bukan rombongan mereka. Hari ini Yohanes dan Yakobus muncul lagi, kali ini jauh lebih garang. Sebuah desa Samaria menolak Yesus, dan kedua murid itu langsung menawarkan hukuman: "Tuhan, apakah Engkau mau, supaya kami menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan mereka?" Penolakan hendak dibalas kobaran.

Tetapi Yesus berpaling dan menegur mereka. Ia tidak datang membawa api penghukum. Lalu, kata Injil dengan tenang, mereka pergi ke desa yang lain. Ditolak, jalan terus. Sesederhana itu.

Hari ini kita mengenang Teresia dari Kanak-Kanak Yesus, gadis yang wafat muda di biara tanpa pernah membuat mukjizat besar. Ia menyebut jalannya jalan kecil: mengasihi dalam perkara-perkara sepele, memungut peniti demi cinta. Ia memilih menahan api, bukan menurunkannya.

Betapa seringnya kita ingin jadi Yakobus. Ada yang menyakiti, dan dalam hati kita sudah menyalakan korek. Padahal kekudusan lebih sering tampak dalam langkah kecil: berpaling, memaafkan, lalu pergi ke desa yang lain.

Tuhan Yesus, padamkan api dendam dalam hatiku. Ajarilah aku jalan kecil Santa Teresia: mengasihi dalam hal-hal sederhana, setiap hari. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →