‹ Semua renungan

Sabtu, 21 September 2030

Dipanggil dari Balik Meja

Meja cukai bukan tempat yang disukai orang. Di situ duduk orang yang menarik pajak dari bangsanya sendiri untuk penjajah, sering dengan tambahan buat kantong sendiri. Matius duduk di meja itu, dikelilingi uang, tetapi dijauhi tetangga. Kaya secara harta, miskin secara hormat.

Ke meja itulah Yesus melangkah. Ia tidak menunggu Matius berubah dulu, tidak menuntut ia membersihkan diri lebih dahulu. Yesus hanya berkata dua patah kata: ikutlah Aku. Dan Matius berdiri, meninggalkan meja yang menghidupinya, lalu mengikut Dia.

Ada keberanian besar dalam gerakan sederhana itu. Meja cukai adalah rasa aman Matius, sumber nafkahnya, identitasnya selama ini. Meninggalkannya berarti melompat ke masa depan yang belum jelas, hanya berbekal panggilan satu orang. Tetapi ia melompat.

Kita hari ini merayakan Santo Matius Rasul. Menarik, orang yang biasa mencatat angka pajak kemudian dipakai Tuhan menuliskan salah satu Injil. Keahlian lamanya tidak dibuang, melainkan dikuduskan untuk tujuan baru.

Paulus dalam Bacaan Pertama berkata bahwa kepada masing-masing kita telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus. Setiap orang dipanggil dari mejanya sendiri, dengan bekal dan keahliannya sendiri.

Meja apa yang selama ini menahan kita, yang kita takut tinggalkan karena terasa aman? Dan bersediakah kita berdiri kalau Tuhan memanggil?

Tuhan Yesus, panggillah aku dari meja yang membelenggu, dan pakailah seluruh diriku, bahkan keahlian lamaku, untuk melayani-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →