‹ Semua renungan

Kamis, 19 September 2030

Bukan Orang Sehat

Ada satu tempat yang tidak pernah kita datangi kalau merasa baik-baik saja: ruang praktik dokter. Orang yang yakin dirinya sehat tidak akan repot mengantre di sana. Justru mereka yang merasa sakitlah yang datang mencari pertolongan.

Yesus memakai kenyataan sederhana ini untuk membela diri. Ketika orang Farisi mempersoalkan mengapa Ia makan bersama pemungut cukai dan orang berdosa, jawaban-Nya telak. Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.

Kalimat ini membalik cara kita mengukur diri. Ternyata yang paling jauh dari Tuhan bukan orang yang merasa berdosa, melainkan orang yang merasa tidak butuh apa-apa. Orang yang yakin dirinya sudah benar tak akan pernah mencari tabib, sebab merasa tidak sakit.

Yesus lalu mengutip nabi: yang Kukehendaki ialah belas kasihan, bukan persembahan. Tuhan lebih senang hati yang berbelas kasih daripada tumpukan ibadah yang dingin pada sesama.

Paulus dalam Bacaan Pertama menegaskan bahwa kita semua satu tubuh, dipanggil dengan rendah hati, lemah lembut, dan sabar, saling membantu memelihara kesatuan. Tubuh yang sehat justru yang mau merawat anggotanya yang sakit, bukan yang menyingkirkannya.

Pertanyaannya untuk hari ini sederhana tetapi menyakitkan. Kita datang kepada Yesus sebagai orang sakit yang butuh disembuhkan, atau sebagai orang benar yang merasa hanya perlu dipuji?

Tuhan Yesus, sang Tabib jiwa, jauhkan aku dari rasa benar sendiri. Buatlah aku sadar akan sakitku, supaya aku sungguh datang mencari-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →