‹ Semua renungan

Senin, 16 September 2030

Cukup Sepatah Kata

Seorang perwira Romawi di Kapernaum punya alasan untuk bersikap tinggi. Ia pegang kuasa, punya prajurit, dihormati orang. Tetapi ketika hambanya sakit keras, ia justru menunjukkan sikap yang mengejutkan. Ia merasa tidak layak menerima Yesus di rumahnya. Katakan saja sepatah kata, maka hambaku akan sembuh.

Yesus sampai heran mendengarnya. Iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, bahkan di antara orang Israel. Yang membuat Yesus takjub bukan pangkat perwira itu, melainkan kerendahan hatinya. Ia yang biasa memberi perintah, kini bersedia berdiri sebagai orang yang tidak layak.

Bukan kebetulan Gereja menyimpan kalimatnya sampai hari ini. Sebelum menyambut Komuni, kita mengucap kata-kata perwira itu: Tuhan, aku tidak pantas Engkau datang kepadaku, tetapi bersabdalah saja, maka jiwaku akan sembuh. Iman selalu lahir dari kesadaran akan ketidaklayakan diri.

Hari ini kita mengenang Santo Kornelius dan Siprianus, dua martir. Kata martir sendiri berasal dari bahasa Yunani martys, yang berarti saksi. Mereka bersaksi bukan dengan pidato, melainkan dengan darah, karena percaya pada kuasa sabda yang sama.

Paulus dalam Bacaan Pertama mengingatkan kita akan meja Ekaristi, tempat sabda itu menjadi tubuh yang diserahkan bagi kita. Di meja itu tak ada yang layak berdasarkan pangkat. Semua datang sebagai peminta.

Hari ini, cukup percayakah kita bahwa satu sabda Tuhan lebih berkuasa daripada segala kerumitan yang kita hadapi?

Tuhan, aku tidak layak, tetapi bersabdalah saja. Sembuhkanlah aku dengan sepatah kata-Mu, dan teguhkan imanku pada kuasa firman-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →